“Selain penanganan pandemi seperti kita menuju 100 persen vaksinasi anak, berbagai langkah preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif kita integrasikan,” imbuhnya.
Termasuk di dalamnya menuju zero stunting, dukungan bidan desa, suplemen gizi rakyat, memacu kegiatan-kegiatan olahraga, dan revitalisasi unit kesehatan sekolah (UKS) dan lain sebagainya.
Ekosistemnya berikutnya adalah pemulihan ekonomi. Mulai program pengembangan UMKM, pertanian, infrastruktur, pembangunan perdesaan, hingga pariwisata telah dirancang. Semuanya didesain untuk membuka lapangan kerja serta memulihkan pergerakan ekonomi warga.
“Kami telah menyusun siapa mengerjakan apa plus target waktunya. Contohnya kita siapkan pembangunanan dan perbaikan 1.000 kilometer jalan, pada bulan kesekian harus tercapai target sekian, dan seterusnya. Jadi tidak menumpuk di semester II/2022 saja,” jelasnya.
Kemudian ekosistem ketiga adalah merajut harmoni. Ikhtiar memperkuat soliditas dan solidaritas sosial, mengembangkan SDM dari sisi pendidikan, menjaga keberlanjutan lingkungan, hingga memperkuat kerukunan antar umat beragama ada pada ekosistem ini. Banyuwangi memiliki beragam suku, agama dan budaya yang menjadi modal sosial yang penting untuk menunjang pembangunan apabila ada harmonisasi di dalamnya, imbuh Bupati Ipuk.
Peluncuran program “Banyuwangi Rebound” dihadiri jajaran Wakil Bupati Banyuwangi dan Sekda bersama pimpinan SKPD di lingkungan Pemkab Banyuwangi, Wakil Ketua dan Ketua Fraksi yang ada di DPRD Banyuwangi, dan Forpimda Kabupaten Banyuwangi Banyuwangi,
Hadir pula tokoh masyarakat dan tokoh agama Banyuwangi antara lain; Ketua MUI Banyuwangi KH. M. Yamin, KH. Suyuti Thoha, Ketua PCNU Banyuwangi KH. Ali Makki Zaini, Ketua PD Muhammadiyah Dr. H. Mukhlis Lahuddin, Ketua LDII Banyuwangi H. Astro Djunaidi, Ketua Al Irsyad, Ketua PHDI Banyuwangi Suminto dan Perwailan Agama Kristen, Budha dan Konghucu serta beberpa undangan lain. //









