Dalam kesempatan ini orang nomor satu di Kabupaten Blitar juga mengingatkan tentang Core Values BerAKHLAK yang merupakan singkatan dari Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Setiap ASN yang notabene adalah PNS harus mempunyai orientasi yang sama, yaitu memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat, sehingga perlu adanya peningkatan kapasitas kompetensi dalam era yang serba Hybrid ini.
‘’Selain itu, tentu harus ada sinergitas dan kolaborasi dengan berbagai pihak atau lintas sektor, lintas bidang, lintas daerah, lintas ilmu, dan juga lintas profesi. Karena saat ini bukan jamannya lagi untuk tetap mempertahankan ego sektoral. Harus ditanggalkan dan segera berbenah bersama-sama mewujudkan Kabupaten Blitar yang mandiri dan sejahtera berlandaskan akhlak mulia baldatun toyibatun warobun ghofur,’’ tegasnya.
Lebih dalam di kesempatan ini Mak Rini mengingatkan bahwa PNS tidak boleh berkaitan dengan radikalisme dan terorisme. Dirinya juga menghimbau bagi yang sudah mempunyai pasangan harus saling mengawasi, saling mengingatkan untuk menjauhi radikalisme maupun terorisme.
‘’PNS harus tegak lurus terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, dan pemerintah. Untuk itu, pesan tersebut harus benar-benar kita pegang. Kita patri diri kita masing-masing bahwa Ideologi kita adalah Pancasila dan setiap apa yang kita lakukan adalah bentuk pengamalan nilai-nilai Pancasila,’’ tegasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPSDM) Kabupaten Blitar Mahadin dalam laporannya menyatakan, total CPNS yang menerima Surat Keputusan (SK) Bupati Blitar sebanyak 151 yang terdiri dari 149 formasi CPNS Tahun 2021 dan 2 CPNS yang lulus dari PTDI- STTD serta terdapat 13 formasi Dokter Spesialis yang kosong.
“Harapannya, seluruh CPNS ini dapat meningkatkan level kinerja pemerintahan yang lebih efektif efisien dan akuntabel,” tuturnya.//









