Namun Bupati Ipuk tetap mengingatkan agar semua pihak meningkatkan kewaspadaan dengan terus menguatkan penanganan Covid-19.”Sebab saat ini di beberapa negara masih tinggi. di Thailand meski kasus Covid-19 sudah cenderung menurun, namun kasusnya masih tinggi dan kemarin menjadi peringkat kelima kasus baru di dunia sejumlah 11.200, disusul Philipina, dan Vietnam sehingga situasi yang ada masih sangat dinamis,”jelasnya.
Selanjutnya Bupati berkacaata minus itu menuturkan beberapa kabupaten/kota, yang sebelumnya telah masuk PPKM level 2, kembali meningkat pada level 3 berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 47 tahun 2021.
Di Jawa Timur, lanjut Bu Ipuk hanya lima kabupaten/kota yang masuk level 2, salah satunya Banyuwangi. “Bagi pemerintah Kabupaten Banyuwangi, inilah momentum untuk mengambil langkah antisipatif dalam merespons dinamika situasi, dengan tetap mencerminkan optimisme dan kehati-hatian dalam pemulihan ekonomi,”jelas Bupati perempuan kedua di Banyuwangi itu.
Alumni UNJ itu menambahkan pihaknya ingin memastikan upaya pemulihan ekonomi semakin dikuatkan, destinasi wisata, pusat transaksi ekonomi, secara bertahap-terbatas dibuka dengan tetap menjaga keselamatan masyarakat.
Sebelum rapat paripurna ditutup Bupati Banyuwangi menyerahkan berkas KUA PPAS APBD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2022 kepada pimpinan sidang untuk diteruskan kepada komisi-komisi, Badan Anggaran dan alat kelengkapan dewan yang lain untuk pembahasan lebih lanjut. (nur)









