Bertemu Hafidz Cilik Difabel, Bupati Ipuk: Inspirasi bagi Kita Semua

by -1084 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat bertemu Nadhif


“Kami menerapkan pola hafalan secara klasikal. Membacanya bersama-sama dan kemudian setoran satu per satu,” ungkap ayahnya yang sekaligus sebagai pengasuh Pesantren Tahfidz Sunan Kalijogo, Tegaldlimo itu.

Thohir mengaku cukup memberikan kelonggaran pada putranya tersebut. Nyaris ia tak memaksakannya. Seperti halnya tatkala waktunya bermain, kedua orangtuanya mempersilakan buah hatinya itu untuk bermain.


“Tapi, karena lingkungannya di pondok, banyak teman-teman seusianya yang menghafalkan Al-Qur’an, jadi ya tetap kondusif untuk menghafalnya,” ungkap kiai lulusan Pesantren Al-Falah, Ploso, Kediri itu.

Di pesantren yang diasuhnya tersebut, terang Thohir, ada sekitar 50 santri anak-anak yang tinggal untuk menghafal Al-Qur’an. Serta tak kurang dari 150 santri lainnya yang hanya belajar dan menghafal, tapi tinggal di luar pondok. “Terciptanya lingkungan inilah yang saya kira berpengaruh dalam mempercepat hafalan,” ujar Thohir yang mulai merintis pesantren sejak empat tahun silam itu.

Saat ini, di pesantren tahfidz tersebut, tak kurang dari 7 santrinya yang telah hafal 30 juz. Rerata masih duduk di bangku kelas 5 hingga 6 sekolah dasar.

“Pada tahun kemarin, kita mulai merintis boarding school. Sehingga nantinya bisa terintegrasi antara program tahfidz dan pendidikan formalnya,” pungkas Thohir. //

 

iklan warung gazebo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *