Ketika berbagai lembaga survey menenggelamkan tokoh-tokoh NU, saya sedih. Tapi lebih sedih lagi ketika sebagian elit PBNU dan partai-partai berbasis NU, mengubur dalam-dalam tokoh-tokoh NU sendiri. Mereka memoles orang bukan NU seakan lebih NU dari tokoh NU tulen.
Padahal kalau dibandingkan, figur-figur NU tulen, sama sekali tidak kalah. Bahkan menurut saya jauh lebih baik dari katakanlah Erick Thohir maupun Sandiaga Uno.
Mahfud MD misalnya, pernah menjadi anggota DPR RI, pernah menjadi menteri, pernah menjadi Ketua MK. Bahkan hari ini Mahfud adalah Menkopolhukam.
Atau Khofifah Indar Parawansa, tokoh NU tulen lainnya. Pernah menjadi menteri, Gubernur Jawa Timur hari ini, Ketua Umum Fatayat, organisasi sayap NU yang anggotanya puluhan juta emak-emak. Tapi dia juga dikubur dalam-dalam oleh tukang survey dan sedihnya, lubang kuburnya ditutup juga oleh saudara NU-nya.
Kurang apa Khofifah dan Mahfud MD dibanding katakanlah Erick Thohir dan Sandiaga Uno? Semua komponen aspek kepemimpinan, pengalaman, bahkan integritas mereka unggul.
Atau mau diadu yang paling NU? Warga NU yang waras pasti mengatakan tokoh NU tulen tidak bisa dibandingkan dengan NU hasil naturalisasi. Pengabdian yang panjang pada NU, tidaklah cukup sepadan dibandingkan dengan tokoh yang menjadi NU ketika menjelang Pilpres. Tentu fakta ini tidak berlaku pada sebagian elit PBNU dan partai-partai berbasis pemilih NU yang ‘tuhannya’ adalah uang.











