Pelajaran dari Burung Hud-hud untuk Manusia

by -1416 Views
Wartawan: Ano
Editor: Herry W. Sulaksono


Oleh: Anwar Hudijono

So pasti bukan tanpa maksud ketika Allah menceritakan episode Nabi Sulaiman dengan burung Hud-hud di Quran surah An Naml (27) ayat 20-28.


Episode itu diawali ketika Sulaiman melakukan inspeksi terhadap pasukannya dari golongan burung. Allah memberi mukjizat kepada Sulaiman berupa pasukan burung. Dalam inspeksi itu dia dapati burung Hud-hud absen.

“Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata, “Mengapa aku tidak melihat Hud-hud, apakah ia termasuk yang tidak hadir?”
(QS. An-Naml 27: Ayat 20)

Sebuah pasukan haruslah disiplin. Maka kalau sampai melanggar disiplin, harus dihukum.

“Pasti akan kuhukum ia dengan hukuman yang berat atau kusembelih ia, kecuali jika ia datang kepadaku dengan alasan yang jelas.”

Ternyata Hud-hud muncul dengan membawa informasi valid tentang negara Sabak. Bukan hoax atau informasi palsu.

“Maka tidak lama kemudian (datanglah Hud-hud), lalu ia berkata, “Aku telah mengetahui sesuatu yang belum engkau ketahui. Aku datang kepadamu dari negeri Saba’ membawa suatu berita yang meyakinkan.” (Ayat 22)

Allah menunjukkan bahwa bisa saja memberikan sebuah kelebihan kepada mahluk melebihi manusia. Sulaiman, kaisar terbesar di muka bumi sampai tidak tahu punya tetangga kerajaan Sabak.

Hud-hud menceritakan kerajaan itu dipimpin seorang wanita, istananya yang megah. Kendati demikian Hud-hud sama sekali tidak terpesona dengan kemegahannya.

Kenapa? Karena mereka menyembah matahari.

iklan warung gazebo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *