Orang Kaya yang Miskin

by -342 Views
Wartawan: Mr. X

Setelah berjalan berhari-hari, keduanya tiba di sebuah kota. Penduduk di sana menyambut mereka dengan baik dan ramah.

Bahkan, banyak di antara mereka yang memberi makan dan tumpangan.

Mendapat perlakuan yang sangat ramah tersebut, si bangsawan keheranan. Ia tidak menyangka akan mendapat perlakuan seperti itu.

Lantas, ia pun bertanya kepada si pembantu.
Pembantu itupun kemudian memberi penjelasan,

“Tuanku, saya pernah kemari beberapa waktu lalu. Tuan pasti ingat, sewaktu tuan memberi tugas kepada saya untuk membelikan barang yang belum Tuan miliki, dengan semua uang hasil tagihan. Uang itu telah saya gunakan untuk menolong orang-orang yang membutuhkan bantuan saat itu.

Sekarang, giliran merekalah yang menolong kita. Si pembantu melanjutkan, “Waktu itu, Tuan telah punya semua barang. Hanya satu barang yang tuan belum miliki, yaitu cinta.

Maka, waktu itu saya berusaha mendapatkannya, untuk Tuan. Dan cinta itulah yang saat ini memberi kehidupan baru kepada kita.

Mudah-mudahan Tuan bisa memahami dan tidak marah lagi atas tindakan saya waktu itu.”

Kemudian, dengan mata berkaca-kaca, si bangsawan memeluk pembantu setianya itu. Ia pun berucap,

“Sekarang aku baru sadar, aku adalah seorang kaya yang miskin. Miskin cinta, miskin perhatian pada orang lain!

Terima kasih sahabat… Maafkan aku karena telah memperlakukanmu dengan semena-mena.

Padahal, engkau telah ‘membelikan’ cinta yang tidak aku miliki. Sekarang, justru cinta itulah yang menolong kita untuk memulai kehidupan baru.”

iklan warung gazebo

iklan warung gazebo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *