Meski begitu, Agus Dalang tetap berusaha. Dia tidak mau main-main dalam mengurus sanggar. Saat ini sanggar tersebut memiliki 100 member yang mayoritas dari pemuda Desa Surat Mojo. Mereka berasal dari berbagai kalangan. Mulai penggiat seni, pegawai, anak sekolah, hingga mahasiswa.
Ada juga anak jalanan yang bergabung . Tak pelak, dibutuhkan tenaga ekstra untuk mengawasi mereka satu per satu. Agus Dalang tidak ingin anggotanya, khususnya anak-anak, terlibat dalam pusaran kelam obat-obatan terlarang. Sebaliknya, kesenian harus bisa menjadi wadah bagi mereka untuk berbuat lebih baik. ”Dulu ada yang sukanya minum pil koplo,” ungkapnya.
Aipda Agus Dalang tak lantas memenjarakan anak tersebut. Dia memilih untuk menampungnya di sanggar itu. Lalu, secara perlahan, anak tersebut dibina untuk ikut melestarikan budaya. ”Alhamdulillah, dia sekarang sembuh dan tidak kepikiran kembali menggunakan pil koplo atau narkoba,” tuturnya.
Pendekatan yang digunakan memang didasarkan semangat kekeluargaan. Meski bertubuh kekar, Agus Dalang sebenarnya adalah sosok yang lembut. ”Paling penting jaga kekompakan dan seduluran saja,” lanjutnya.
Dimasa Pandemi saat ini kami fokuskan dalam hal pembinaan dan terus mengasah kemampuan, walau untuk pertunjukan masih dilarang dikarenakan pencegahan penyebaran Covid, namun untuk latihan rutin tetap kami gelarkan selain itu juga sebagai sarana silaturahmi serta Himbuan Kamtibmas, tandasnya. //









