Masyarakat Osing Kampung Dukuh Menyambut Bulan Ramadan Seperti Ini

by -1507 Views
Wartawan: Nurhadi
Editor: Herry W. Sulaksono
Sanusi Marhaedi alias Kang Usik, Tokoh Komunitas Osing Pelestari Adat Tradisi (KOPAT) Banyuwangi,

“Karena masyarakat percaya leluhurnya pulang maka perlu disiapkan makan dan minum setiap malamnya,” imbuhnya.

Warga setempat tua maupun muda setelah tanggal 15 Nisfu Syahban mendatangi kuburan atau makam leluhur maupun kerabat yang sudah meninggal dunia untuk membersihkan dari rumput dan tanaman liar serta mengirinkan doa-doa untuk membantu mereka yang sudah berada di alam keabadian.

Puncaknya,  lanjut Kang Usik malam 1 Ramadan masyarakat memotong ayam kampung untuk menggelar selamatan yang dikenal dengan istilah “Penampan”. “Para sesepuh dulu memotong ayam sesuai dengan kesukaan para orang tua atau leluhunya. Misalnya, bagi leluhur yang menyukai ayam berkaki kuning bersih maka warga berupaya untuk menyembelih ayam dengan kaki warna kuning,” tambah Kang Usik.

Sehari sebelum Ramadan, setelah salat Zuhur pada jaman dahulu masyarakat mengurangi aktivitas dan lebih banyak merenung dan bertafakur menyiapkan jiwaraganya memasuki bulan suci Ramadan.

“Bahkan sebagai bentuk kehati-hatian dalam menjalani ibadah puasa, potong rambutpun dilakukan malam hari. Lalu pada saat buang hajat di sungai pantatnya diupayakan tidak menyentuh secara langsung air yang mengalir karena takut batal puasanya,” pungkas Kang Usik.//

iklan warung gazebo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *