Banyuwangi, seblang.com – Agenda ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Penguatan Lembaga Adat yang dilaksanakan di Banyuwangi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat (KMA).
Kunjungan ke Sekolah Adat Kampoeng Batara yang berada di Papring, Kelurahan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur ini dilakukan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Tekhnologi.
Direktur KMA Kemendikbudristek Sjamsul Hadi mengatakan, Sekolah adat menjadi ruh paling vital dalam menjaga dan melestarikan kearifan local di masing-masing daerahnya.
“Pemerintah Daerah juga dapat bersinergi melalui Perda Lembaga Adat, agar upaya-upaya edukasi menjadi ruang Bersama untuk memperkuat hal-hal yang berkaitan dengan budaya dan tradisi di Banyuwangi,” katanya, Sabtu (11/06/2022).

Menurutnya, Pemerintah Daerah harus memberikan ruang bagi sekolah-sekolah adat yang ada di Banyuwangi, karena sekolah adat memiliki konsep dasar dalam menjaga dan melestarikan akar budaya lokal tetap lestari.
Sehingga, pihaknya mendorong kemajuan kebudayaan melalui sekolah adat, maka dari itu Sekolah Adat Kampung Batara sebagai salah satu yang sudah mempunyai kurikulum yang bisa dijadikan sebagai percontohan, saat ini kami bersama pusat kurikulum dan pembelajaran sedang melakukan pembahasan terkait kurikulum kontekstual.
“Untuk kurikulum sekolah adat, Sekolah Adat Kampoeng Batara sudah memiliki bentuk kurikulumnya, sehingga bisa diadopsi oleh sekolah-sekolah adat yang lainnya. Tentu tidak semua materi kurikulum sama di setiap daerah, namun gambaran umumnya sudah bisa diaplikasikan menurut sekolah-sekolah lain di Indonesia,” ungkapnya.











