Kemudian yang lain, imbuh Kang Usik, syair”Ojo Siro Lewat Ring Dalan Tengah Nawi-nawi siro Kesandung Beling, Ojo Siro Dadi Seneng Fitnah Garai Wong Liyo Muring, sebuah ajaran agar manusia jangan suka menebar fitnah yang akan mengakibatkan orang lain marah.
Sementara Miskawi, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Banyuwangi, kegiatan tradisi mudun lemah yang dilaksanakan oleh warga masyarakat Kampung Dukung Desa Glagah merupakan salahsatu bentuk upaya merawat atau uri-uri warisan budaya leluhur yang patut mendapatkan apresiasi.
Menurut dia banyak pesan moral yang disampaikan dalam tradisi muali dari nilai-nilai sosial, kerukunan kekompakan dan gotong royong masyarakat sekaligus perwujudan nilai-nilai Pancasila yang masih terjaga di masyarakat Oesing.
“Pada dasarnya ritual ini tidak hanya turun tanah namun bagaimana mempersiapkan generasi agar memiliki tujuan yang dipersiapkan sejak anak usia berusia tujuh bulan. Ini merupakan cara merawat warisan tradisi budaya yang ada di wilayah Banyuwangi,” jelas Miskawi.
Wartawan : Nurhadi











