Teknologi ini, jelas Yeddid, dirancang menggunakan bak bulat dengan saluran sentral. Bak ini diletakkan pada saluran pembuangan air yang didesign sedemikian rupa membentuk saluran vortex yang stabil, sehingga mampu menggerakkan turbin pembangkit listrik mikro hydro.
“Alhamdulillah, teknologi ini mampu menghasilkan daya listrik 800 watt yang dimanfaatkan untuk penerangan jalan di lokasi DAS Banyu Binau,” ujarnya.
Sementara itu, Pelopor Kegiatan Barkanli Wibi Untoro berharap agar warga tidak lagi membuang sampah sembarangan usai adanya konservasi tersebut. Sumber daya alam yang melimpah jika dimanfaatkan dengan tepat akan dapat meningkatkan perekonomian.
“Kalau bersih dan indah begini, diharapkan tidak ada yang buang sampah sembarangan lagi sekarang. Semoga konservasi DAS Banyu Binau ini bermanfaat untuk masyarakat sekitar,” katanya.
Ditambahkan Johan Efendi Ketua Pokdakan Sumber Abadi, bahwasanya selama delapan bulan terakhir ini para pemuda dan warga pinggir kali setempat bertekad untuk menjaga kebersihan sungai.

Alhasil, tepian DAS Banyu Binau yang dulunya penuh sampah, kini berubah 180 derajat menjadi bersih dan tertata rapi.
Di sana oleh warga dimanfaatkan untuk budidaya ikan, dengan membuat sejumlah kolam dengan airnya yang jernih.
“Alhamdulillah, DAS Banyu Binau sekarang kami manfaatkan untuk tempat budidaya ikan. Hitung-hitung untuk menambah penghasilan, sekaligus memberdayakan pemuda yang masih menganggur. Bahkan, kami memiliki konsep lokasi ini akan kani jadikan tempat wisata juga,” pungkasnya.
Selain didukung Pertamina Foudation, konservasi DAS Banyu Binau Songgon juga didukung Dinas Perikanan Banyuwangi dengan memberikan bantuan bibit ikan dan bibit duren untuk ditanam di kawasan tersebut.












