Upaya lain yang dilakukan adalah menjadikan destinasi wisata Banyuwangi sekarang benar-benar siap dalam menerapkan protokol kesehatan. Upaya yang dilakukan pemerintah kabupaten (Pemkab) Banyuwangi yaitu mengintervensi mereka dengan memberikan beberapa bantuan infrastruktur berupa; Thermogun, tempat cuci tangan, Toilet, kursi roda, pemadam kebaran, sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk wisata yang aman nyaman dan sehat.
”Sehingga ketika wisatawan berkunjung ke destinasi wisata di wilayah Banyuwangi merasa aman nyaman dan sehat. Dan itulah alasan kenapa orang harus memilih ke Banyuwangi,”jelasnya.
Untuk mematangkan konsep yang ditawarkan dalam minggu ini, lanjut Bram Disbudpar Banyuwangi bersama dengan stake holder pariwisata akan menggodok konsep untuk membuat harga paket murah yang nanti akan dijual melalui travel agen lokal Banyuwangi sehingga menjadi daya tarik tersendiri. Dimana orang datang menginap dengan diskon rate karena mendapatkan dana subsidi tambahan dari hibah dari Kementrian Pariwisata Republik Indonesia (RI).
“Wisatawan mendapatkan paket menginap di hotel berbintang, pementasan seni budaya staycation di hotel, ada paket dinner dan ada paket pameran dan penjualan aneka kerajinan Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM) yang tumbuh dan berkembang di Banyuwangi. Jadi wisatawan yang menginap di hotel tidak perlu keluar atau cukup di hotel untuk mendapatkan paket liburan yang ditawarkan atau semacam one stop service,” ujar Bram.
Wartawan : Nurhadi











