Ternyata keberadaan tempat penampungan barang antik tersebut mampu mengundang kekaguman beberapa pejabat termasuk Bupati Banyuwangi yang merasa kagum terhadap Griya Alit Blambangan yang berada tempat terpencil dan dipinggir sungai ternyata memiliki spot yang unik dan memiliki koleksi benda kuno yang cukup banyak.
Dari peristiwa tersebut alumni Universitas Muhammadiyah Jember itu merasa tertantang untuk memiliki koleksi benda antik yang lebih banyak.”Barang saya jangan sampai hilang, jangan sampai karena uang akhirnya barang satu hilang tidak ada gantinya. Sehingga saya masih berpikir ketika saya mempunyai dua bagaimana mampu punya 3. Harapan ke depan saya merasa memiliki banyak teman yang siap membantu agar hidup di dunia ini lebih berarti dan bermakna,” jelas Mura’i.
Pria yang logat Osingnya kental itu menambahkan menyadari sebetulnya banyak teman lain dan kolektor yang menata koleksinya secara lebih baik. Namun dengan keunikan caranya menata barang dia mempersilahkan orang lain mengeluarkan pendapatnya dan tidak memperdulikannya. Yang jelas fakta di lapangan barang-barang milikinya dalam jumlah besar walaupun kadangkala ada orang yang mengatakan seperti rosokan, ada yang digantung-gantung dan dikumpulan di gudang.
“Tetapi saya nggak peduli orang lain mau ngomong apa. Terpenting saya senang sehingga kemarin sangat luar biasa apresiasi dari Bupati Banyuwangi, Pak Sekda dan dari seluruh SKPD dan jajarannya termasuk para pengunjung yang datang memberikan support yang luar biasa untuk terus mempertahankan barang koleksi saya,”pungkas Mura’i mengakhiri wawancara. //











