Gagasan ini pun teryata direspons baik kawula muda Banyuwangi dengan banyaknya antusias pemuda yang mengikuti audisi dari kalangan pelajar hingga mahasiswa yang begitu fasih dalam logat usingnya.
“Alhamdulillah teryata banyak juga yang mendaftar dan masih banyak generasi muda yang mencintai budayanya sendiri, ini juga sebagai wujud mencintai budaya terutamanya gending Banyuwangian” jelasnya.
Sementara itu untuk pemenang lomba, sang juara satu adalah Winda dari Tegaldlimo, juara dua Kezya dari Ketapang serta Galuh dari Purwoharjo mencetak juara 3.
Lebih jauh Hariri berharap dengan adanya audisi menyanyi, generasi muda tidak melupakan karakter, bahasa serta budaya Banyuwangi serta memiliki rasa kebanggaan sebagai putra – putri Daerah Banyuwangi.//












