Adat dan Budaya Osing Tedak Siti yang Terjaga di Kampung Dukuh Desa Glagah

by -2045 Views
Wartawan: Nurhadi
Editor: Herry W. Sulaksono
Adat dan Tradisi Tedak Siti Masyarakat Osing di Kampung Dukuh Desa/Kecamatan Glagah Banyuwangi


“Filosofinya dalam menjalani kehidupan prosesnya anak harus dituntun terlebih dahulu, kemudian turun ke tanah untuk merangkak, belajar berdiri, berjalan kemudian berlari dengan bimbingan dan belajar kepada teman saudara yang ada di lingkungan sekitarnya,” jelas Kang Usik

Setelah turun dari kuda-kudaan, pemimpin ritual memberikan beberapa barang yang ditaruh dalam satu tempat untuk dipilih, antara lain; uang, alat tulis, kapas, buku, sisir, cermin, pensil, mainan mobil-mobilan, dan lainnya. Kemudian ia dibiarkan mengambil salah satu dari barang tersebut. Barang yang dipilihnya merupakan gambaran hobi dan masa depannya kelak.

Selanjutnya pemimpin ritual memecahkan dua buah telur yang dicampur dengan kunyit dan perlengkapan ritual lain dan mengoleskan pada kaki kanan dan kiri anak. Kemudian menyiramkan air bunga setaman lalu dipakaikan baju baru. Hal ini menyimbolkan pengharapan agar bayi selalu sehat, membawa nama harum bagi keluarga, hidup layak, makmur dan berguna bagi lingkungannya.

Dalam budaya Osing prosesi ada satu perlengakapan yang harus ada yaitu “Bubur Lintang” atau bubur yang terbuat dari menir yang dicampur dengan santan dan gula merah dengan sendok dari daun nangka.“Dalam masyarakat Osing Bubur Lintang mengandung filosofi agar anak bisa cepat berjalan dan selalu rukun dengan sesamanya,” pungkas Kang Usik. //

iklan warung gazebo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *