Adat dan Budaya Osing Tedak Siti yang Terjaga di Kampung Dukuh Desa Glagah

by -2045 Views
Wartawan: Nurhadi
Editor: Herry W. Sulaksono
Adat dan Tradisi Tedak Siti Masyarakat Osing di Kampung Dukuh Desa/Kecamatan Glagah Banyuwangi


Banyuwangi, seblang.comBagi setiap orangtua anak merupakan anugerah Tuhan yang menjadi salah satu sumber kebahagiaan. Dalam setiap tahapan perkembangan bayi, dalam masyarakat modern saat ini masih ada masyarakat yang tetap menjaga memelihara dan melestarikan tradisi dan budaya warisan leluhur.

Salahsatunya adalah pasangan Budi Santoso – Yuliyatin warga Kampung Dukuh Desa/Kecamatan Glagah Banyuwangi yang menggelar Ritual Adat Osing Balita Mudun Lemah/Tedak Siti/Turun Tanah bagi putranya Muhamad Tegar pada Minggu (12/12/2021).


Menurut Sanusi Marhaedi alias Kang Usik, Tokoh Adat Osing warga Kampung Dukuh Desa/Kecamatan Glagah Upacara adat yang digelar sebagai bentuk rasa syukur karena sang anak akan mulai belajar berjalan. Selain itu, upacara ini juga merupakan salah satu upaya memperkenalkan anak kepada alam sekitar dan juga ibu pertiwi

Dia menuturkan tradisi tedak siti yang dilakukan selain sebagai bentuk mensyukuri kebahagiaan tersebut, juga dianggap dapat memprediksi masa depan bayi. Bagi para leluhur, adat Osing yang  dilaksanakan sebagai penghormatan kepada bumi tempat anak mulai belajar menginjakkan kakinya ke tanah.

Berbeda dengan budaya Jawa, rangkaian prosesi tedak siti adat Osing diakhiri dengan tokoh adat memanjatkan doa, kemudian anak dinaikan kuda-kudaan, karena yang menjadi kudanya anak kecil dan jalanya harus merangkak sampai dengan satu putaran. Dan diiringi doa-doa dari orangtua dan sesepuh sebagai pengharapan agar kelak anak sukses menjalani kehidupannya

iklan warung gazebo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *