Dandang Khas Osing Produksi Pemuda Gintangan Mampu Ciptakan Nasi Punel

by -1087 Views
Wartawan: M Yudi Irawan
Editor: Herry W. Sulaksono
Foto : Burhanudin saat menyelesaikan produksinya. (yudi/seblang.com))


“Sampai saat ini masih bertahan. Karena saya satu-satunya perajin alat memasak khas Osing di Desa Gintangan, yang masih aktif,” terangnya.

Untuk memproduksi dandang ini, dia menggunakan bahan baku dari alumunium berukuran 1 x 2 meter. Ukuran bahan baku ini bisa ia jadikan 6 buah dandang khas Osing. Setelah jadi, alat memasak ini kemduian ia pasarkan ke seputaran Banyuwangi.


Tingkat kesulitan dari usaha ini menurutnya hanya dari faktor permodalan, lantaran usahanya masuk kategori ‘home industry’ sekala kecil.

Selain dandang khas Osing, dia juga memproduksi beberapa alat masak seperti Sublukan, Dandang, Panci, tempat nasi (kemarang), openan, citakan jajan, sotel, eros, tong bakso, tong ketupat, dan gayung atau ‘sewor’, yang dijual dari harga Rp. 50 ribu hingga Rp. 500 ribu perbuah. Selain itu ia juga menerima servis alat dapur seperti panci dan alat memasak yang lain.

“Alhamdulillah, dinikmati saja seberapapun hasilnya,” ungkap Burhanudin. //

iklan warung gazebo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *