“Sebenarnya salak yang kecil untuk menarik minat pembeli saja karena keuntungan sangat tipis. Paling sehari kami membawa 30 kilogram saja,” tambahnya.
Dia menambahkan salak pondoh buah yang ditawarkan kepada para pembeli berasal dari Kabupaten Lumajang dan Malang.
Dalam kondisi normal satu kali pengambilan rata-rata satu setengah sampai dua ton yang dibagi empat orang dan rata-rata habis dalam lima hari sampai satu minggu. “Untuk saat ini salak pondoh 300 kilogram sampai dengan tiga setengah kwintal rata-rata habis dalam 5 – 6 hari jadi penjualanya turun dratis,” imbuh pria asal Situbondo itu.
Dalam bulan puasa sebelumnya yang masih dalam masa pandemi Covid 19 masih banyak masyarakat yang datang ke mobil tempat jualanya untuk membeli salak pondoh. Dalam satu hari rata-rata mampu menjual 100 – 200 kilogram .//









