Nur Umamah menjelaskan, akibat kelangkaan minyak goreng ini banyak orderan yang tak mampu dia selesaikan sesuai target, sehingga omsetnya pun turun drastis.
“Penghasilan jelas berkurang, biasanya sehari omset bisa sampai Rp. 1 juta, kini hanya Rp. 300 ribu per hari, karena minyak yang terbatas. Otomatis, karyawan pun kami kurangi,” ujarnya.
Para pelaku industri kecil menengah ini pun berharap pemerintah menjamin ketersediaan minyak goreng demi kelangsungan usahanya yang banyak menyerap tenaga kerja.
“Agak mahal sedikit tidak apa-apa, yang penting ada minyak goreng,” pungkasnya.











