Banyuwangi,seblang.com – Kelangkaan minyak goreng membuat pengrajin aneka keripik di Banyuwangi kelabakan. Hal tersebut membuat pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ini, terpaksa libur produksi.
Nur Umamah salah satu pengrajin aneka keripik asal Desa Cantuk, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi ini mengaku tidak bisa memproduksi produknya secara maksimal.
“Sangat terpengaruh bagi kita pelaku usaha keripik atas kelangkaan minyak goreng. Produksi tidak bisa maksimal,” kata Nur Umamah kepada seblang.com Kamis (10/3/2022).
Sebelum minyak goreng langka, Nur Umamah mengaku tak pernah libur dalam memproduksi keripik pisang, singkong, ubi jalar maupun tempe pesanan para pelanggannya. Namun kali ini, dalam seminggu ia hanya bisa tiga sampai empat hari produksi.
“Biasanya setiap hari goreng keripik dan membutuhkan setidaknya 15 hingga 20 liter minyak goreng sekali produksi. Saat ini dalam seminggu paling cuma tiga sampai 4 hari produksi goreng keripik,” terangnya.











