Banyuwangi, seblang.com – Setelah mengalami keterpurukan dan penurunan omset secara drastis karena pandemi Covid 19, industri batik di wilayah Banyuwangi mulai menggeliat lagi.
Menurut Jatu Elinda, adik kandung Owner Batik Pringgokusumo Kecamatan Kabat Banyuwangi dalam masa awal pandemi covid-19 melanda dunia termasuk Indonesia, omset dan produksi batik usahanya mengalami penuruan yang sangat drastis.
“Dalam kondisi normal sebelum pandemi Covid 19 rata-rata satu bulan bisa memproduksi 1. 000 potong batik bahkan lebih. Namun ketika ada pandemi hanya mampu memproduksi 200 potong saja,”jelas wanita yang akrab disapa Elin di tempat usahanya Sabtu (02/10/2021).
Dia menuturkan pada waktu awal – awal pandemi Covid 19 dampaknya sangat terasa sekali. Namun secara perlahan pemberlakukan Program Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang berlangsung lebih dari satu tahun mengakibatkan masyarakat sudah mulai terbiasa atau bisa adaptasi sehingga untuk omset dalam beberapa waktu terakhir sudah mulai meningkat.











