Selain itu, pelanggan juga dapat menambah sendiri beberapa lauk pelengkap seperti telur asin, tahu, tempe, udang, paru,dan yang lainnya. Tak lupa, sentuhan rempeyek kacang dan ebi juga ikut memberi tekstur dan rasa yang lebih ramai serta harmonis dalam mulut.
Tentu saja, kunci utama yang membedakan antara pecel rawon di warung Bu mei dengan yang lainnya adalah proporsi pecel dan rawonnya serta racikan khas dari masing-masing komponen, baik pecel maupun rawon.
“Yang beda dari bumbunya dan telor citnya yang bumbunya benar benar merasuk ke dalam, asli Banyuwangi,” tambah Mei.
Pecel rawon sendiri merupakan menu yang cocok untuk dinikmati saat sarapan, makan siang, atau makan malam sekaliupun. Apalagi dipadukan dengan segelas teh hangat.
Namun jika ingin mencicipi lezatnya pecel rawon legendaris Bu Mei yang sudah membuka 1973. Datanglah di pagi hari pada waktu sarapan. Pasalnya, rumah makan yang telah ada lebih dari tiga dekade lalu ini senantiasa ramai oleh pengunjung baik lokal maupun pelancong dan kerap ludes sebelum zuhur. //









