“Selain warga lokal, kue camilan kering ini juga digemari oleh warga luar provinsi. Seperti saat ini kita sedang proses pengiriman ke pelanggan kita yang ada di Bandung dan Denpasar Bali . Selain dibuat Camilan keluarga saat Ramadan,kue nya juga selalu di di sajikan untuk para tamu di saat hari Raya Idul Fitri nanti,” tambah ibu muda berparas cantik ini.
Kecanggihan Teknologi dan Media sosiaal (Medsos) yang kuat,membuat rumah kuenya yang terletak bersebelahan dengan hutan Taman Nasional Baluran ini mudah di kenal dan memudahkan para pelanggan untuk memesan kuenya,cukup melalui iG@jajanenita dan facebook yuanitia christie,ucap Nita yang juga hoby Ngym ini
Untuk membuat kue kering ini,hampir sama dengan proses pembuatan kue kering lainnya,mulai tepung yang dihaluskan dan selanjutnya dicetak sesuai ukuran dan dioven.
Namun di tempat rumah produksi rumahan jajane Nita ini yang berbeda pada kwalitas bahan baku yang berkwalitas premium dan kompoisi perpaduan antar bahan kue mulai gula,tepung , mentega dan telur inilah yang menjadi kunci kering Jajane Nita digemari warga karena rasanya cocok di lidah.
Selain kue kering Nastar Nanas, yang saat ini diburu warga, di tempat ini juga memprroduksi berbagai macam kue kering seperti salju , Mede, Choco Ball, Palm Cheese dan Kastangel dan kue kering lainnya. Harga mulai yang dari 50 ribu hingga 150 ribu rupiah pertoplesnya.. Mungkin rumah kue Jajane Nita bisa menjadi rujukan para pemburu kuliner yang ingin merasakan nikmatnya kue kering ini. Ayo mencoba yuk!!!









