Salahsatu tujuan menggelar even tersebut untuk mengenalkan kopi lokal Banyuwangi ke masyarakat. Selain itu juga coaching class tentang kopi bagi pemain baru. Ada juga pameran foto tentang kopi yang mengajak pengunjung mengetahui sejarah kopi di kabupaten yang dikenal sebagai serpihan tanah sorga di Ujung Timur Pulau Jawa.
Dalam acara pembukaan Banyuwangi Coffee Week, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berharap dalam kegiatan yang digelar ada dampak positif bagi pelaku kopi pemula maupun mereka yang sudah berpengalaman.
“Kemarin kita sudah melakukan briefing tentang Banyuwangi Festival. Bukan hanya menciptakan rasa bahagia dalam sebuah event, akan tetapi outputnya ada tumbuhnya nilai ekonomi dan bermunculannya enterpreneur yang mau bergelut baik itu dibidang budaya, industri dan produk lokal,” jelas Bupati Ipuk
Dia menuturkan Banyuwangi Festival ini bukan hanya ceremonial terus selesai, namun harus ada kontinyuitas dan kelanjutan serta target pencapaian yang diingin dengan segala indikator yang jelas dan terukur.
“Hari ini ada event kopi, maka kita berharap kepada semuanya untuk dapat hadirkan pembeli disini untuk memborong produk UMKM yang dipamerkan disini. Jadi mereka yang hadir kesini selain melihat pameran, mereka pulang tidak boleh dengan tangan kosong. Minimal bisa balik modal dengan apa yang dibawa disini. Pengunjung yang datang kesini tidak boleh minum kopi gratis harus beli. Karena yang ada disini UMKM semua.” pungkas Bupati Ipuk.//









