
Momentum tersebut dimanfaatkan Tatik untuk merangkul warga sekitar rumah produksi, untuk ikut berpartisipasi dalam proses pengolahan abon lele miliknya. Dengan demikian, warga sekitar juga ikut merasakan rejeki dari hasil mengolah Abon Lele ini.
“Saat ini kita sedang kebut persiapkan 1020 bungkus abon untuk acaranya Mbah Tarom, alhamdulillah ibu-ibu sekitar sini sudah giat dan lincah mas, saya pastikan sebelum tanggal 20 nanti, produk kita sudah ready semuanya, ” tuturnya kepada seblang.com pekan lalu.
Abon Lele milik Tatik saat ini sedang dalam proses pendaftaran hak merk. Yang awalnya Abon Lele Hoki, menjadi Abon Lele ‘Hoki AE’, diungkapkannya, dengan adanya merk ‘Hoki AE’, konsumen nantinya langsung teringat akan Madiun, yaitu plat AE. Tatik berharap kedepan, abon miliknya dapat berkembang, masuk dalam daftar olahan khas Madiun. Mampu mendampingi brem dan pecel yang telah lahir jauh lebih dulu.
“Mudah-mudahan abon Lele Hoki AE dapat bersanding dengan pecel dan brem nya Madiun, meski belum lama lahir, kami yakin, optimis, Abon Lele bakal menjadi produk unggulan mewakili Madiun, ” tutupnya.
Wartawan : Anwar Wahyudi











