Ipuk pun ikut menjemput para lansia tersebut. ”Ayo Bu Misnah, kita ke kantor kelurahan untuk vaksinasi. Ayo, mbah ke mobil semua ya, Insya Allah biar sehat terus,” ajak Ipuk.
Ipuk juga tampak menuntun Salam (81 tahun) yang memang harus dipapah karena ada gangguan di kakinya akibat faktor usia. Para lansia tersebut juga antusias mengikuti Ipuk.
Grogi dijemput Bupati Ipuk untuk vaksinasi, KTP salah seorang lansia pun ketinggalan. “Ya Allah bu, KTP saya ketinggalan. Sebentar bu, tunggu saya,” teriak Misnah, nenek 73 tahun, sambil terkekeh saat sudah sampai di dalam mobil.
“Tidak apa-apa bu, nanti diantar putranya,” jawab Ipuk.
Namun Misnah bersikukuh kembali ke rumah untuk mengambil KTP. “Saya ambil sendiri saja Bu,” kata Misnah.
Bupati Ipuk menargetkan bisa menuntaskan vaksinasi Covid-19 kepada 150.000 lansia sampai Juni 2021. Sehingga layanan jemput bola pun digeber dengan dibagi dalam dua kategori, yaitu vaksinasi di rumah untuk lansia yang tidak bisa keluar rumah dan antar-jemput vaksinasi lansia di Balai Desa, Puskesmas, dan tempat yang ditentukan.
“Saya minta semua puskesmas jemput bola. Jangan hanya vaksinasi di gedung puskesmas, tapi dekatkan layanan. Vaksinasi di rumahnya, balai desa, halaman masjid, atau dipusatkan di halaman salah satu warga. Pokoknya tidak menyusahkan lansia,” kata Ipuk.
“Layanan jemput bola lansia ini butuh kesungguhan hati kita semua. Terima kasih kepada petugas kesehatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat desa/kelurahan dan kecamatan, yang semuanya membantu kelancaran program ini,” pungkasnya. (*)










