“Hanya enam supir yang melakukan tes urine semuanya negatif. Jika memang ada yang terbukti positif menggunakan Narkoba, kita langsung serahkan ke Sat Narkoba,” kata Sadimun.
Selain itu, petugas juga melakukan tes tensi tekanan darah pada sopir. Hal tersebut di lakukan guna untuk mengetahui kondisi kesehatan pada sopir yang sedang bekerja.
“Jika tensinya tinggi kami suruh istirahat dulu dan tak diperbolehkan untuk mengemudikan kendaraanya karena berbahaya untuk keselamatan para penumpang,” imbuhnya.
Untuk memastikan tidak ada pengemudi kendaraan angkutan umum bebas dari obat berbahaya, kegiatan serupa akan terus di lakukan oleh petugas hingga 3 Januari 2022 mendatang. //












