Polresta Banyuwangi bersama Masyarakat Adat Osing Gelar Vaksin di Desa Macan Putih

by -521 Views
Wartawan: Nurhadi
Editor: Herry W. Sulaksono
Masyarakat Adat Osing melakukan vaksinasi di Desa Macam Putih Kecamatan Kabat Banyuwangi (foto: nurhadi/seblang.com)


Masyarakat adat Osing di Macan Putih termasuk antusiastik terhadap giat vaksinasi. Rupanya mereka tidak termakan hoax yang santer beredar di medsos yang berisi tentang hal-hal tidak benar tentang

vaksinasi. Terbukti Kades Farid mengaku setiap bagun pagi mendapati WA dari warga yang menanyakan kapan ada vaksinasi lagi. Jumlah warganya memang banyak dan vaksinasi dari Puskesmas sasaran vaksinasinya berkisar seratusan orang.


“Lumayan juga energi dan materi yang dihabiskan kalau sasaran vaksinasinya mencakup angka-angka kecil. Makanya saya sangat bersemangat dengan metode yang diterapkan Polresta Banyuwangi dalam melaksanakan vaksinasi. Besar harapan saya vaksinasi Merdeka ini benar-benar membebaskan warga dari ancaman covid yang berkepanjangan,” ungkapnya.

Ditemui secara terpisah di ruang kerjanya, Kapolres Banyuwangi, AKBP Nasrun Pasaribu, S.H., S.I.K., M.H. secara tegas mengatakan, “Ada 3 tujuan Vaksinasi Merdeka. Pertama, percepatan vaksinasi di Banyuwangi. Kedua, terwujudnya herd immunity. Dan ketiga tuntasnya vaksinasi bagi masyarakat yang bertempat di destinasi wisata, termasuk di dalamnya masyarakat adat Osing, karena pariwisata di Banyuwangi juga berbasis adat dan budaya.

“Kami juga menyambut baik dan mengapresiasi kolaborasi lintas sektor dalam rangka akselerasi program vaksinasi di Banyuwangi, khususnya untuk kelompok rentan”

Sementara itu, Sekretaris AMAN PD Osing, Wiwin Indiarti, mengungkapkan alasan AMAN gencar menyosialisasikan pentingnya vaksinasi, turut serta mengantisipasi hoax dengan pembuatan video wawancara dengan dokter yang kompeten, mendistribusikan logistik alat-alat prokes untuk menanggulangi Covid-19, dan memfasilitasi terjaminnya akses bagi masyarakat adat.

“AMAN melihat masyarakat adat termasuk yang harus dipastikan mendapatkan akses yang setara dengan kelompok masyarakat lainnya terhadap vaksinasi. Kenapa? Pandemi berkepanjangan seperti sekarang mengancam ketahanan pangan. Sementara kita tahu ketahanan pangan terwujud berkat mereka yang bercocok tanam mengolah tanah. Di antaranya adalah masyarakat adat yang memang sangat lekat hubungannya dengan Ibu Bumi sebagai ruang hidup dan ruang budaya.” (nur)

iklan warung gazebo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *