Banyuwangi, seblang.com – Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi mengimbau warga mewaspadai Virus Bovine epimeral fever (BEF), yakni salah satu jenis penyakit virus arbo yang penularannya melalui vektor nyamuk Culeklz Sp untuk para peternak sapi khususnya..
Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, drh Nanang Sugiharto mengatakan beberapa hari lalu, virus ini sempat menghebohkan warga Sampang, Madura. Hal tersebut menyusul banyaknya kematian sapi ternak lantaran terpapar virus tersebut.
“Biasanya virus ini banyak ditemui saat musim penghujan, virus ini hanya menular pada sapi, tidak pada hewan lain atau bahkan manusia,” katanya.
Menurutnya, virus ini sebetulnya sudah lama ada termasuk di Banyuwangi, saat terkena sapi akan mengalami demam selama 3 hari.
Sehingga, potensi sapi mengalami kematian karena terjangkit virus BEF sebetulnya sangat rendah. Diobati maupun tidak sapi dapat sembuh secara alami, selama imunnya kebal.
“Bahayanya dari virus ini justru dari dampak infeksi sekundernya,” jelasnya.









