“Sosialisasi ini kita sasar emak-emak, mohon maaf ya, karena risiko yang lebih besar itu dari ibu-ibu. Karena di sini warga Grajagan khususnya sebagian besar adalah buruh, nelayan, dan sopir yang kemungkinan risiko lebih rentan terhadap HIV, ini bukan berarti saya diskriminasi profesi mereka ya, tapi lebih ke edukasi, ” ujarnya.
Sementara itu, Komisioner KPA Banyuwangi, Drs Ana Aniati mengapresiasi inisiatif pemuda Grajagan yang menggelar acara tersebut, ia mengatakan kegiatan tersebut sangat bagus.
“Saya sangat mengapresiasi inisiatif para Pemuda Grajagan, karena dengan disibukkan aktivitas atau kegiatan yang positif juga merupakan tindakan yang sangat efesien dalam mencegah penularan HIV/AIDS, ” katanya.
Ia juga menyampaikan, jika ada masyarakat yang hendak konsultasi atau yang akan memeriksakan dirinya bisa menghubunginya.
“Monggo untuk semua, ibuk-ibuk, mas-mas yang ada di sini bisa hubungi saya, saya terbuka 24 jam insya Allah jika itu untuk masyarakat, ” ujarnya.//












