“Masyarakat yang datang ke rumah mulai anak bayi yang digendong orangtuannya. Anak sekolah yang sakit karena jatuh saat olahraga maupun pejabat Banyuwangi yang sulit tidur dan merasa badanya kurang nyaman sebab ototnya tegang karena kurang istirahat karena padatnya tugas dan kewajiban setiap harinya,” imbuh ayah tiga anak tersebut.
Staf kantor Kelurahan Giri itu menambahkan pada saat tim bola basket Kabupaten Sidoarjo mau main dalam babak final dalam Porprov Jawa Timur di Banyuwangi tahun 2015, ada 8 pemain yang minta bantuan pijat relaksasi maupun ada yang tertarik ototnya agar fresh dan tampil maksimal dalam final dan akhirnya tim basket Sidoarjo tampil sebagai juara I.
Selanjutnya pernah pada saat tim Persewangi Banyuwangi sedang mengikuti kompetisi sepakbola zona Jatim, Majid pernah diminta managemen untuk datang ke penginapan tim untuk membantu memijat beberapa pemain Persewangi yang mengalami gangguan otot kaki maupun bagian lain.
“Prinsip saya setiap orang yang datang dan meminta bantuan berarti Allah yang menggerakan. Berarti memberikan kesempatan dan ruang untuk melakukan kebaikan. Adapun masalah rezeki pasrah saja Allah lebih mengetahui kebutuhan hambaNya,”pungkas Majid yang kental logat Oesingnya. (nurhadi)









