Malang, seblang.com – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg. Wiyanto Wijoyo, menegaskan perlunya penguatan sistem pelayanan di puskesmas menjelang program Sambang Puskesmas yang akan dilaksanakan Bupati Malang, HM Sanusi, di 33 kecamatan. Fokus utama pembenahan adalah mempercepat alur layanan pasien dengan menambah meja skrining, pemeriksaan, hingga pelayanan obat guna menekan antrean panjang.
Menurut Wiyanto, proses skrining menjadi tahapan krusial, terutama bagi pasien yang pertama kali datang pada awal tahun. Skrining wajib dilakukan tanpa terkecuali karena menjadi dasar identifikasi kondisi kesehatan pasien sebelum mendapatkan tindakan medis lanjutan.
“Setiap pasien yang datang pertama kali di awal tahun harus melalui skrining awal tanpa terkecuali. Proses ini membutuhkan waktu, sehingga meja skrining harus ditambah agar antrean tidak menumpuk,” tegas drg. Wiyanto Wijoyo saat diwawancarai awak media di kantornya, Rabu (1/4/2026).
Ia menjelaskan, peningkatan jumlah kunjungan pasien di puskesmas menuntut kesiapan sarana dan tenaga kesehatan yang memadai. Jika hanya tersedia dua meja pemeriksaan, maka pelayanan akan berjalan lambat. Karena itu, jumlah meja pemeriksaan idealnya minimal empat hingga lima agar pasien dapat dilayani lebih cepat dan efisien.
“Kalau pasien cukup banyak, meja pemeriksaan tidak bisa hanya dua. Dokter dan perawat harus ditambah. Minimal empat sampai lima meja pemeriksaan supaya pelayanan lebih cepat,” ujarnya.
Selain ruang pemeriksaan, pelayanan farmasi juga menjadi titik rawan antrean. Selama ini, pelayanan obat umumnya hanya ditangani satu apoteker dengan satu atau dua asisten, sehingga pasien kembali harus menunggu setelah selesai diperiksa. Untuk mengatasi hal tersebut, Dinas Kesehatan mendorong penambahan tenaga pendukung di bagian apotek agar proses penyiapan obat dapat berjalan lebih cepat.
“Pasien setelah diperiksa masih harus antre obat. Karena itu, perlu petugas tambahan yang membantu menyiapkan dan membungkus obat supaya antrean lebih lancar,” jelasnya.
Wiyanto memaparkan terdapat empat titik antrean utama di puskesmas yang perlu diperkuat, yaitu skrining pasien awal, ruang tunggu menuju pemeriksaan, meja pemeriksaan tenaga medis, serta pelayanan obat di apotek. Jika jumlah pasien mencapai 200 orang per hari, maka penambahan meja pelayanan menjadi solusi untuk mempercepat waktu tunggu.
“Satu tahapan skrining awal saja bisa memakan waktu sekitar 15 menit. Waktu tunggu sangat tergantung jumlah pasien dan jumlah meja pelayanan. Semakin banyak pasien, meja pelayanan harus ditambah,” tegasnya.
Dari sisi sumber daya manusia, Dinas Kesehatan memastikan tenaga medis siap mendukung peningkatan layanan. Pemeriksaan awal tidak harus selalu dilakukan dokter, namun dapat dilakukan oleh perawat, bidan, maupun tenaga kesehatan lain, dengan dokter tetap siaga untuk konsultasi medis apabila diperlukan.
“Tidak harus dokter yang memeriksa di awal. Perawat, mantri, atau bidan bisa melakukan pemeriksaan awal. Jika ada keraguan, dapat langsung dikonsultasikan dengan dokter yang bertugas,” katanya.
Saat ini, Kabupaten Malang memiliki 39 puskesmas dengan jumlah tenaga dokter yang berbeda di setiap kecamatan, menyesuaikan jumlah penduduk. Wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi membutuhkan jumlah dokter lebih banyak dibanding kecamatan dengan jumlah penduduk lebih sedikit, seperti perbedaan kebutuhan tenaga medis di Pakis dan Ngantang.
Selain peningkatan fasilitas dan SDM, Wiyanto juga menekankan pentingnya sikap profesional tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Petugas harus sabar dan tidak mudah terpancing emosi. Pasien itu sebenarnya adalah raja yang harus dilayani dengan baik,” ujarnya.
Melalui program Sambang Puskesmas, Bupati Malang diharapkan dapat melihat secara langsung kondisi layanan kesehatan di lapangan sekaligus memberikan motivasi kepada tenaga kesehatan agar meningkatkan kualitas pelayanan.
“Harapannya, Bupati bisa mengetahui kondisi riil puskesmas, sehingga kinerja petugas semakin semangat dan pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” pungkasnya.
Rencananya, agenda Sambang Puskesmas akan dilaksanakan setiap hari Selasa dan Kamis. Pada Kamis (2/4), rencananya akan menyambangi Puskesmas Kalipare dan Sumberpucung, namun seluruh agenda tetap menyesuaikan jadwal Bupati Malang. Program ini menjadi langkah konkret Pemerintah Kabupaten Malang dalam memperkuat pelayanan kesehatan dasar yang cepat, responsif, dan merata di seluruh wilayah.////////










