Banyuwangi, seblang.com – Dalam sidak layanan rapid test di kawasan wilayah pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Ketua Komisi I Banyuwangi Irianto berang karena menemukan limbah medis yang dibakar persis di belakang layanan rapid test Bakti Analisa .
Limbah yang ditemukan ini belum terbakar, yakni bungkus alat rapid test dan masker medis.
Saat sidak, penanggung jawab layanan rapid test di tempat tersebut membantah melakukan pembakaran limbah medis. Dia berdalih limbah pembakaran itu sudah ada sebelum layanan rapid test didirikan.
Hal itupun membuat Irianto berang, dan meminta penanggung jawab tersebut untuk tidak ngeyel.
“Coba kamu lihat itu limbah apa? Itu pembungkus alat rapid test dan juga ada masker. Kamu jangan ngeyel kamu ini saya bantu agar layanan rapid kamu benar kok malah ngeyel ,” ujar Irianto kepada penanggung jawab rapid.
Selain itu, pada Klinik Bakti Analisa ini tidak ditemukan tempat cuci tangan, dan baru disiapkan setelah disidak dari DPRD beserta Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi.
“Harusnya itu tempat cuci tangan ini didepan sini mana? Cepat siapkan sekarang dan sampah itu segera dibersihkan. Kalau mau berkerja yang baik mas,” ujar Irianto.











