Deteksi Dini Stunting, Banyuwangi Optimalkan Peran Ribuan Kader dan Tim Pendamping Keluarga

by -976 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiendani Azwar Anas saat memberikan bantuan untuk TPK


Banyuwangi, seblang.com – Upaya Pemkab Banyuwangi  menurunkan stunting dilakukan secara keroyokan. Pencegahan dan penanganannya melibatkan banyak pihak, termasuk Tim Pendamping Keluarga (TPK) untuk pendeteksian sejak dini.

“Deteksi dini terhadap resiko stunting terus kita masifkan. Keberadaan TPK diharapkan bisa memperluas cakupan penemuan potensi stunting di masyarakat, sehingga semakin awal ditemukan, akan semakin cepat dilakukan intervensi,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat menyerahkan bantuan pulsa kepada TPK di sela-sela kegiatan Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) di Desa Jajag, Kecamatan Gambiran beberapa waktu lalu.


Ipuk menjelaskan Banyuwangi telah memiliki data keluarga terindentifikasi stunting yang lengkap by name by address, berikut faktor resikonya. Data ini sangat dibutuhkan agar program penanganan yang dilakukan tepat sasaran.

“TPK bertanggung jawab untuk memastikan setiap keluarga yang terindentifikasi berisiko tinggi stunting bisa mendapatkan intervensi dari pemerintah. Jadi mereka akan melakukan pemantauan secara rutin dan koordinasi dengan dinas terkait,” ujar Ipuk.

Banyuwangi sendiri memiliki 1.316 TPK yang tersebar di seluruh kecamatan hingga desa dengan total 3.948 kader yang terlibat. Mereka terdiri dari unsur PKK, kader KB, dan bidan yang bertugas melakukan pendampingan.

“Pendampingan akan dilakukan kepada calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita untuk mendeteksi dini faktor resiko stunting. Kalau ditemukan resiko, mereka akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk ditentukan intervensinya yang tepat,” kata Ipuk.

iklan warung gazebo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *