Masyarakat yang jalurnya dilalui kendaraan pengangkut limbah B3, lanjut Eky tidak perlu khawatir karena kendaraan pengangkut limbah B3 tidak seperti alat transportasi pengangkut sampah rumah tangga, yang sering menyisakan ceceran air lindi yang biasanya berbau tak sedap dalam jalur yang dilalui.
“Kemasan limbah B3 di desain khusus mencegah terjadinya kebocoran dan kendaraan pengangkutnya bersifat tertutup. Jadi aman selama perjalanan,” imbuhnya.
Selain itu pihaknya juga sangat memperhatikan stamina kesehatan para drivernya guna menghindari musibah diperjalanan.
“Driver menyetir maksimal 4 jam dan wajib istirahat. Tempat istirahat pun sudah ditentukan lokasinya. Tidak bisa driver berhenti sembarangan. Akan ketahuan jika kendaraan berhenti diluar titik yang ditentukan. Kami pantau setiap truk melalui GPS yang terpasang (dalam kendaraan),” katanya .
Tak hanya itu, batas kecepatan kendaraan pengangkut limbah juga sudah ada ketentuannya. “Semua terpantau kecepatannya. Yaitu tidak boleh lebih dari 70 km perjam,” imbuhnya.
Sagraha Satya Sawahita yang juga sebagai perusahaan pengumpul limbah B3 telah memiliki fasilitas cold storage sebagai tempat penyimpanan limbah sementara yang berizin dan selalu menaati persyaratan yang ditentukan oleh KLHK.
“Menyimpan limbah dalam cold storage dapat mencegah limbah agar tidak cepat busuk, dan mampu memperpanjang waktu penyimpanan dari dua hari menjadi 90 hari,” imbuh Eky.
Dengan begitu, penjadwalan insinerasi atau penguburan limbah dapat dilakukan dengan lebih baik dan teratur. /











