Bukan itu saja korban selamat Dio, juga melalui pengakuannya yang disampaikan kepada kuasa hukumnya Bayu Christiyanto juga mengalami trauma karena Dio juga menjadi korban pengeroyokan malam itu.
“Klien kami mengalami trauma karena masih teringat saat dia dikeroyok saat temennya juga dikeroyok dan berdarah darah. Padahal niat klien kami pada waktu itu mau makan dan beli buat sahur, siapa yang tidak trauma secara tiba tiba menjadi korban pengeroyokan,” ujar Bayu
Sementara itu menurut Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak kabupaten Banyuwangi turut prihatin akan kejadian yang dialami Huda dan Dio. Nantinya kejadian ini akan diproses.
“Saya sudah ketemu ortu korban mas untuk klarifikasi. Mudah-mudahan pelaku cepat ketemu, dan korban cepat pulih kembali. Saya juga sudah ngobrol banyak dengan bapaknya, kita sangat prihatin sekali dengan adanya kasus ini apalagi korban usia masih anak-anak, dan sudah klarifikasi ke polsek. Peran P2TP2A memberikan Pendampingan terkait dengan psikis anak,” jelas Minarni Susilowati, Kasie PP-PUG, dan anggota P2TP2A, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak. (vian)









