Oknum Polisi Polresta Banyuwangi Diduga Terlibat Penarikan Mobil Kredit Macet 

by -940 Views
Para debtcollector sedang melakukan cek fisik terhadap mobil Tono


Banyuwangi, seblang.com – Lagi-lagi oknum polisi diduga terlibat dalam proses penarikan mobil nasabah kredit macet. Hal tersebut dikuatkan dengan kedatangan petugas kepolisian berseragam lengkap dengan mengunakan kendaraan dinas dan para debtcollector dalam waktu yang hampir bersamaan.

Peristiwa tersebut dialami oleh Rahmat Hidayat Sugihartono yang akrab disapa Tono (32 th), warga Kelurahan Penganjuran, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi. Kepada wartawan Tono menceritakan kronologis kejadian penarikan mobil berawal ketika angsuran mobil Datsun nopol P 1858 VD miliknya mengalami keterlambatan  di salah satu perusahaan finance.


“Saya akui saya telat gara-gara pekerjaan sepi akibat pandemi. Tetapi saya sudah mengangsur dapat 33 kali dari tenor 59 bulan. Kurang 26 kali lagi lunas,” kata Tono.

Namun, ketika dia sedang beristirahat di warung kopi sekitar daerah Patoman, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, pada Rabu (10/3/2021) lalu. Tiba-tiba muncullah gerombolan debtcollector sekitar enam orang yang dibarengi kedatangan dua oknum anggota polisi berseragam dengan menggunakan mobil dinas.

Para debtcollector dan oknum polisi di TKP

“Para debtcollector itu mengatakan kepada saya ingin menarik mobil Datsun milik saya karena sudah lama terlambat. Tetapi saya tidak bersedia, karena saya masih dalam tahap melakukan negoisasi kepada pihak finance untuk meminta keringanan pelunasan,” kata Tono.

Namun, ketika Tono sedang berusaha menghubungi seseorang. Tanpa seizinnya, kunci mobilnya yang ditaruh diatas meja warung diambil oleh salah seorang debtcollector.

Kemudian saat itu juga, dia diminta untuk datang ke kantor polisi terdekat untuk dimediasi. Para debtcollector itu juga menjanjikan akan dipertemukan dengan pihak Finance dan mantan istrinya yang menjadi atas nama mobil tersebut.

Bahkan, kata Tono, oknum polisi yang saat itu berbarengan dengan para debtcollector itu ikut meyakinkanya untuk dapat diselesaikan di kantor polisi.

“Daripada ramai-ramai disini, diselesaikan di Polsek saja,” kata Tono menirukan ajakan oknum polisi tersebut.

iklan warung gazebo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *