Sementara itu, AS mengucapkan terima kasih atas dicabutnya berkas laporan pencurian yang dilakukannya. Dirinya tak menyangka jika dirinya mendapatkan paket sembako dari korban aksi pencurian yang dilakukannya.
“Jujur saya kapok, saya malu sama Pak Bambang, malu besarnya hati Pak Bambang, sampai bantu keluarga saya. Saya malu. Saya orang paling jahat, jujur saya malu ketemu orang baik seperti itu, malah saya ingin niru hatinya Pak Bambang,” ujarnya.
Dirinya mengaku melakukan pencurian karena terdesak kebutuhan ekonomi. Sehingga, mau tidak mau dirinya terpaksa melakukan aksi pencurian.
“Karena tak punya uang pak. Saya harus menghidupi keluarga dari saya sendiri dan orangtua,” tambahnya.
Tak lupa, dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada Bambang Suhermanto yang telah peduli dengan dirinya dan keluarganya atas sembako yang diberikan. Selain itu, meski sudah dirugikan masih membuka pintu maaf padanya dan keluarga.
“Terima kasih pak. Mohon maaf sebesar-besarnya atas kekhilafan saya,” pungkasnya.
Tak semua aksi pencurian berakhir di meja hijau. Bahkan ada yang berakhir damai dan mengharukan.
Dari catatan seblang.com, sebelumnya Polresta Banyuwangi juga menerapkan keadilan restoratif kepada ibu yang berusia di bawah umur yang tega membuang bayinya ke dalam sumur di tempat praktik dokter yang berada di Kecamatan Kabat, Jumat (10/9/2021) lalu.
Selain itu, keadilan restoratif juga diterapkan kepada Pencuri pakaian dalam yang sempat bikin heboh di Kecamatan Sempu, Rabu (6/10/2021) lalu. //











