Untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi Cabor Sepak Takraw, jajaran pengurus terus membangun sinergi dan kerjasama dengan wali murid maupun wali atlit dan sering melakukan turba secara bekala ke klub yang ada. Sehingga selain semakin menambah kepercayaan klub dengan pengurus kabupaten, juga mampu menumbuhkan kebanggaan tersendiri para atlit karena mendapat perhatian dari pengurus.
Kemudian untuk lebih memasyarakatkan olahraga Sepak Takraw di Banyuwangi pengurus PSTI bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Banyuwangi.”Kami juga mempunyai angan-angan karena olahraga sepak takraw adalah olahraga asli dari Indonesia, nanti di Banyuwangi ini sepak takraw menjadi olahraga wajib di tiap-tiap lembaga satuan pendidikan khususnya di SD karena disitulah awal dari pembinaan atlet,” jelas Pujo.
Sebagai ketua PSTI dia menyadari tidak sempurna sehingga semua jajaran pengurus diharapkan tetap solid, saling memahami saling saling mengisi kekurangan agar mampu menjadi tim yang solid.
Sementara Sekretaris KONI Banyuwangi Afan Ruli Arnanta, mengungkapkan dengan tuntasnya pelaksanaan Muskab PSTI Banyuwangi maka untuk tahun 2021 ada tujuh cabang olahraga (Cabor) yang belum menggelar Muskab sesuai dengan akhir masa baktinya.
Adapun tujuh Cabor yang belum melaksanakan Muskab adalah; Ikatan Pencak Silat Indonesia ( IPSI), Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI), Keluarga Olah Raga Tarung Derajat (KODRAT), Wushu Indonesia (WI), Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi), Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) dan Persatuan Panahan Indonesia (Perpani).
”Sebenarnya beberapa Cabor sudah mengajukan permohonan untuk menggelar Muskab kepada KONI Banyuwangi namun dengan adanya pandemi Covid 19 sebagian mengajukan permohonan untuk menjadwal ulang pelaksanaan Muskab yang akan digelar pada tahun ini,”pungkas Afan mengakhiri wawancara. //









