“Kami mengawali program pembinaan olahraga yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) atau sport science agar diikuti oleh cabor yang lain sehingga pembinaan dan peningkatan prestasi atlet di Banyuwangi lebih terukur,” imbuh Pujo.
Sementara Wawan Setiyawan, Dekan Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas PGRI (Uniba) Banyuwangi, saat ini pihaknya menindaklanjuti program kerjasama dengan KONI Banyuwangi dalam memanfaatkan sport science dalam melakukan pembinaan olahraga di Banyuwangi.
“Untuk yang pertama hari ini kami melakukan program pengukuran untuk atlet sepak takraw yang antara lain tes; kekuatan otot tangan dan kaki, kecepatan reaksi, kekuatan punggung dan kelenturan tubuh dan lain-lain ada sekitar tiga belas tes. Nanti pelatih yang akan melakukan seleksi sesuai dengan kebutuhan cabor,” ujar Wawan.
Dia menuturkan hasil sementara tes yang dilakukan untuk kelenturan (fleksibility) untuk putri rata-rata cukup bagus dibandingkan dengam atlet prianya. Setelah ini ada program latihan yang harus dijalani para atlet sepak takraw.”Harapan kami setelah beberapa kali latihan fleksibility dan kekuatan otot kaki yang sangat dibutuhkan atlet sepak takraw lebih bagus,” pungkas Wawan. //









