“Sinergi ini kami harapkan bisa berkelanjutan, dan dikelola dengan baik, sehingga bisa menjadi tempat latihan bagi talenta atlet sepeda di Banyuwangi,” ungkap Dedy Siswandi, dalam rilis yang dikirim Senin (21/03/2022).
Sementara itu pengelola Agathis Forest Track, Udianto yang lebih akrab disapa Mbah Udi mengatakan untuk awal bike track yang tersedia adalah sirkuit Cross Country (XC) dan Downhill,.
Khusus untuk XC, lanjut dia di sepanjang jalur trek, terdapat banyak obstacle seperti tanjakan dan turunan, mulai secara beruntun seperti roller coaster (rollers), turunan curam tunggal (speed jump), rock gardens, ladder, bridge, table top serta tanjakan dengan kategori double black diamond ( kategori tersulit pada Trail Technical Features ) dengan gradien hingga 30 persen, yang akan memacu adrenalin pengendara.
“Kita sengaja membuat sirkuit berstandart XCO (Cross Country Olympic), dengan karakter native soil (tanah asli), dengan beberapa obstacle dengan tingkat kesulitan bervariasi, sehingga bisa menjadi jujugan bagi atlet nasional,” ungkap Mbah Udi.
Agathis Forest Track, yang memiliki luas sekitar 150 hektar, tidak hanya memanjakan bagi pecinta sepeda, namun akan dibangun jalur khusus pecinta lari lintas alam (Trail Run), Tracking dan ruang edukasi anak untuk pengenalan tentang hutan, sehingga yang datang bisa tidak hanya cyclist melainkan pecinta olahraga outdoor lainnya, imbuh Mbah Udi.//









