“Disini banyak varian Kekelengkeng yang kita sediakan, namun yang paling banyak dicari seperti Kekelengkeng Merah dan Matalada, ” terangnya.
Joniadi mengaku akan mengoptimalkan kebun tersebut agar bisa lebih menarik pengunjung dengan menyiapkan ratusan bibit Kekelengkeng impor dan banyak lagi lainnya yang berasal dari Timur Tengah.
“Bibit ini sebagian juga kita siapkan untuk dijual ke para pengunjung, “ujarnya.
Bahkan harga tips petik buah langsung di kebun Kekelengkeng juga sangat terjangkau yaitu hanya Rp 30.000 per kilonya untuk dibawa pulang, pengunjung pun bisa menikmati sejuknya suasana kebun Kekelengkeng.
Sementara itu, Tuffa Niatul Hasanah (32) warga setempat saat mengunjungi Kebun Kekelengkeng milik Joniadi mengaku senang berkunjung, terlebih di bulan ramadan kali ini.
“Di sini bagus, jadi selain kita bisa memetik buah Kelengkeng untuk berbuka puasa, suasana sejuk juga semakin menambah kesegaran kita selama seharian berpuasa, “tutur Tuffa.
Di sisi lain Tuffa Niatul Hasanah dan pengunjung yang lain bernama Sumarni (66) asal Desa Besuki mengatakan, disini juga bisa mendapatkan ilmu menanam Kekelengkeng dengan cara yang baik, selain memetik langsung buah Kelengkeng dari pohonnya.
“Banyak pelajaran tentang cara menanam pohon Kelengkeng juga kita dapatkan di sini, “tutupnya. (tim)











