Hanya saja, karena tidak ada dukungan dari Pengurus Besar (PB) PABSI lalu dengan alasan pandemi Covid-19 akhirnya Luluk tidak bisa berangkat.
“Hasil sesuai yang kita prediksi. Gambaran ini sudah sejak Kejuaraan Dunia 2021 lalu di Arab Saudi, kita sudah menyangka dia bisa juara dunia hanya karena keterbatasan dulu tidak bisa. Baru kali ini dia membuktikan diri sebagai juara dunia,” ungkap Jeffry.
Pada ajang kali ini, Jeffry mengaku, PABSI Jatim berusaha keras memberangkatkan Luluk secara mandiri. Karena, PB PABSI dan Kemenpora tidak bisa memberikan dukungan anggaran.
Padahal, jika melihat track record Luluk Diana dalam beberapa ajang seperti Kejuaraan Nasional, Kejuaraan Provinsi dan test event internal ia mampu mencatatkan hasil yang luar biasa.
“Memang hasil sudah kita prediksi karena olahraga ini sangat terukur dari tes prestasi, kejurprov, kejurnas sudah bisa kita ukur. Kita punya keinginan besar untuk mengantar Luluk menjadi juara dunia. Ini pembuktian slogan kita Dari Jatim Untuk Indonesia Menuju Prestasi Dunia,” pungkasnya.
Selain itu, Luluk Diana merupakan binaan asli PABSI Jatim dan Pacitan yang muncul dari ajang Porprov VI Jatim 2019.(*)









