“Sistem gugur sampai 16 besar. Lanjut sistem gugur sampai 8 besar, kemudian gugur ganda, semi final dan final,” jelas Dedy.
Dengan terselenggaranya turnamen ini pihaknya mengaku sangat bersyukur karena pasca pandemi turnamen sepak bola pertama kali bisa digelar di Sembulung. Pihaknya berharap, dari turnamen ini dapat melahirkan bibit pemain sepak bola asli Banyuwangi yang handal, dan bisa memulihkan perekonomian masyarakat.
“Itu harapan kami,” terang Dedy.
Pembukaan turnamen tersebut dihadiri Kasdim 0825 Banyuwangi, Kapolsek Cluring, dan Sekretaris Askab PSSI. Dalam kesempatan tersebut juga dibuka pelayanan vaksin gratis dari Polresta Banyuwangi bagi warga yang belum vaksin maupun vaksin kedua dan booster.











