Bagi wisatawan yang naik kereta api, mereka bisa turun di Stasiun Banyuwangi kota kemudian naik ojek menuju lokasi wisata alam yang jaraknya sekitar 4 kilometer dari Sasak Perot dengan ongkos sekitar Rp. 15 ribu. Atau menyewa mobil minibus apabila dalam rombongan besar.
Menurut Teguh Eko Rahadi, Kepala desa Tamansuruh dalam waktu sekitar tiga tahun ke depan menargetkan Sumberwaras mampu menjadi destinasi wisata edukasi kesehatan berbasis herbal dan alam.
Dalam perencanaan yang telah disusun, pihak desa berharap dalam tahun pertama masyarakat Banyuwangi maupun nusantara umumnya mampu mengetahui mengenal Sumberwaras seperti destinasi wisata alam pada umumnya dan target yang ditetapkan dinilai cukup berhasil.
”Namun pandemi wabah covid 19 yang melanda dunia menyebabkan kami harus melakukan penata rencana ulang. Meskipun pemasukan dengan biaya operasional tidak imbang kami tetap terus berupaya menjadikan Sumberwaras sesuai keinginan dalam jangka panjang yaitu menjadikan lokasi tersebut sebagai wisata edukasi kesehatan berbasis herbal dan alam di wilayah Glagah,”jelas Teguh.
Bahkan dia menambahkan dengan model terapi pengobatan herbal yang dirancang selain mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit juga akan memberikan multiefect player bagi masyarakat sekitar. Apabila program yang dirancang berjalan sesuai dengan rencana akan memberikan dampak ekonomi yang cukup signifikan bagi masyarakat desa Tamansuruh maupun desa-desa yang ada di sekitar wilayah Glagah dan kabupaten Banyuwangi.
Wartawan Nurhadi











