Bagi Dwiko, persiapan menghadapi Porprov VI tahun 2019 lalu menjadi kenangan indah yang tidak akan terlupakan dalam hidupnya. Di mana untuk pemusatan latihan Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) memilih Bali yang memiliki fasilitas yang cukup lengkap.
“Waktu itu kami bisa menikmati wisata di Bali di sela-sela mengikuti pemusatan latihan disana. Selain itu kami juga mendapatkan teknik bermain Judo langsung dari master Judo dari Jepang yang melatih para pejudo Bali,” imbuh Mahaiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Angkatan 2021 jurusan Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi itu.
Dwiko menuturkan selama masa pandemi Covid 19 untuk menjaga kebugaran dan teknik Judonya lebih banyak melakukan latihan mandiri di sela mengikuti perkulihan di kampusnya yang digelar secara daring.
Salah satu kendala yang dialami dalam melakukan latihan di Banyuwangi adalah kesulitan untuk mendapatkan sparing partner yang berat badannya sama atau di atasnya. Sehingga untuk menjaga kemampuanya dia berlatih dengan sesama Judoka Banyuwangi yang kelasnya berada di bawahnya. //











