Riyadh selaku Ketua Umum Pelatih Selam Kabupaten Pasuruan mengaku bangga dengan perolehan medali dari para anak didiknya. Hal tersebut tak lepas dari kerja keras, perjuangan dan latihan para atlet dibawah bimbingan para pelatih yang profesional.
“Latihannya sangat intens dan kita programkan sejak lama. Dua tahun menjelang agenda perlombaan, maka program latihan kita geber. mulai fisik, mental sampai latihan setiap hari di pagi, siang dan malam kecuali minggu kita liburkan,” kata Riyadh, Rabu (29/06/22).
Lebih lanjut Riyadh menegaskan, bahwa predikat Juara Umum yang diraih atlet selam kolam Kabupaten Pasuruan dipersembahkan untuk anggie dan nuke, dua atlet selam yang meninggal dunia akibat kecelakaan, sekitar 1,5 tahun lalu.
Hal tersebut dibenarkan oleh Nadia Kusumawardhani, salah satu atlet kebanggaan Kabupaten Pasuruan yang menyabet dua medali sekaligus, yakni emas dari nomor 4X100 meter estafet putri dan medali perunggu di nomor 100 meter di ajang PON XX Papua.
“Predikat Juara Umum ini kami persembahkan untuk teman kami tercinta, anggie dan nuke yang harus meninggalkan kita duluan karena kecelakaan. Mereka adalah teman sekaligus lawan berat di kolam, tapi kami bangga karena mereka adalah salah satu aset Kabupaten Pasuruan,” tutup Nadia.//











