“Keberhasilan masuk Unesa tentunya menambah semangat dan motivasi kami dalam mengikuti gelaran Porprov VII Jatim agar mampu menjadi juara dan mewakili Jatim dalam mengikuti kejuaraan olahraga Petanque di level nasional maupun di tingkat dunia,” imbuh Febri.
Alumni SMP Negeri 1 Giri itu tidak lupa menyampaikan rasa terima kasih kepada I Wayan Dauh, Pelatih pertama yang mengenalkan olahraga Petanque. Kemudian dengan sabar dan telaten membimbing, mengarahkan dan mberikan motivasi sehingga mampu berprestasi di level Jatim.
Sementara I Wayah Dauh, Pelatih sekaligus Ketua Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Kabupaten Banyuwangi, pertama kali menemukan Febri saat mengajar di SMK Negeri Glagah Banyuwangu.
Menurut Wayan saat itu dia masih SMP yang kebetulan rumahnya di depan sekolah tempat dia mengajar dan sering melihat anak asuhnya yang latihan.” Akhirnya saya menawari untuk ikut latihan dan anaknya tertarik bahkan untuk melanjutnya pendidikan Febri juga mau masuk di SMK Negeri Glagah dan didukung oleh kedua orangtanya sehingga bisa berlanjut sampai dengan saat ini,” jelas Wayan.
Pria yang saat ini mengajar di SMA Negeri Glagah itu menuturkan Petanque adalah permainan bola besi ini awalnya merupakan olahraga tradisional di Prancis yang berakar dari budaya Yunani kuno. Petanque mulai dimainkan secara modern pada tahun 1907 dan Indonesia mulai resmi mengenal cabor ini ketika menjadi tuan rumah Sea Games 2011.
Petanque dimainkan dengan cara melempar bola besi sedekat mungkin dengan bola kayu yang diletakkan di depan pemain sebagai sasaran dan kaki harus berada di lingkaran kecil. Permainan ini biasa dimainkan di rerumputan, pasir, atau permukaan tanah lain. Olahraga ini bisa dilakukan secara individu maupun beregu. “Di Kabupaten Banyuwangi ini masih olah raga baru, sehingga kami selaku pengurus berusaha terus untuk memasyarakatkan olahraga ini,” terangnya.//









