Sementara Mikko Agus Pribadi, Perwakilan Asprov PSSI Jatim menyatakan Konggres Askab PSSI Banyuwangi merupakan forum tertinggi dalam keperngurusan sepkabola sehingga dalam pelaksanaan diharapkan mampu menghasilkan keputusan yang produktif.
Pria asal Lumajang itu menuturkan dalam melakukan pembinaan sepakbola di Indonesia ada pembagian tugas yang jelas. Dimana PSSI pusat fokus pada Tim Nasional (Timnas) dan Liga Nasional. Kemudian Asprov menangani Liga Amatir dan U-17 tahun. Selanjutnya Askab/ Askot fokus pada pembinaan U-13 tahun dan U- 15 tahun.
Selanjutnya dia menambahkan semua klub yang mengikuti kompetisi wajib ikut Sistem Informasi dan Administrasi PSSI (SIAP). PSSI berupaya mencegah dan menanggulangi terjadinya tindak kecurangan dalam sepakbola. Bahkan ke depan PSSI mewajibkan pemain sepakbola harus memiliki pendidikan yang cukup.
“Terjadi kerusuhan dan tindak kekerasan dalam sepakbola disinyalir salah satu penyebabnya faktor pendidikan para pemain. Sehingga kedepan pemain wajib memiliki Ijazah untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dalam sepakbola,”jelas Mikko.
Apabila Statuta PSSI sudah berjalan maka program pembinaan dan peningkatan prestasi sepakbola di masa mendatang bisa lebih baik, imbuhnya.
Salahsatu agenda penting Asprov PSSI Jatim tahun 2022 adalah menggelar Pekan Olahraga Provovinsi (Porprov) yang babak Pra Kualifikasinya rencana akan digelar pada Jatim Maret 2022,pungkas Mikko .
Hadir dalam Konggres Askab PSSI Banyuwangi Tahun 2021atara lain; Perwakilan Asprov PSSI Jatim, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi yang didampingi Kepala Bidang (Kabid) Olahraga, Pengurus KONI Kabupaten Banyuwangi, Jajaran Pengurus Askab PSSI Banyuwangi, Exco, Wasit dan Match Comition (MC) dan beberapa undangan lain. //











